Ditetapkan UMP Kaltim Rp1.752.000

Jumat, November 23, 2012

send email
print this page

KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim tahun 2013 sebesar Rp1.752.000.

Keputusan tersebut diambil setelah gubernur melakukan dialog dengan perwakilan ribuan pekerja dan buruh yang menggelar aksi di depan Kantor Gubernnur, belum lama ini.

"Selaku gubernur dan sebagai Ketua Dewan Pengupahan Daerah, saya akan menggunakan hak prerogratif untuk menetapkan UMP Kaltim tahun 2013 sebesar Rp1.752.000," pekik Gubernur Awang Faroek Ishak disambut kegembiraan ribuan buruh.

Penetapan UMP tahun ini nampak sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, sebab Gubernur Awang Faroek sendiri yang menyampaikan keputusan kenaikan UMP tersebut kepada ribuan buruh yang menggelar aksi.

Keputusan gubernur tersebut sekaligus membatalkan ancaman ribuan buruh yang akan menduduki Kantor Gubernur hingga tuntutan mereka agar UMP ditetapkan minimal 3% di atas angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) atau sebesar Rp.1.846.035, disetujui gubernur.

Sebelumnya, pada rapat Dewan Pengupahan Daerah, pihak asosiasi pengusaha mengusulkan angka UMP pada kisaran Rp1,4 juta.

"Saya memilih jalan tengah. Menurut saya ini adalah yang keputusan terbaik. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh buruh. Jika buruh sejahtera, maka semangat dan produktivitas akan meningkat. Akhirnya, perusahaan juga yang akan memperoleh keuntungan," tegas gubernur.

Pernyataan Gubernur ini disambut pekikan buruh,"hidup Awang Faroek...hidup Awang Faroek. Allahhu akbar Allahu akbar...Allahu akbar."

Keputuan gubernur tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 561/K.754/2012 tentang Penetapan UMP Kaltim 2013 tertanggal 1 Nopember 2012.

Sebelumnya, Awang Faroek menjelaskan bahwa pembangunan tidak mungkin dilepaskan dari peran buruh di perusahaan. Buruh merupakan mitra pemerintah dan pengusaha, sehingga pembangunan dan perekonomian dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Proyek-proyek yang diresmikan Presiden SBY, pekan lalu juga berhasil berkat kerja para buruh. Buruh sangat menentukan pertumbuhan ekonomi, maka tidak berlebihan apabila kesejahteraan buruh ditingkatkan," ujarnya.

Saat ini terdapat 5.545 perusahaan di Kaltim dan 935 diantaranya perusahaan besar dan sisanya menengah dan kecil. Bagi pengusaha yang keberatan atas keputusan ini, Gubernur Awang Faroek mempersilahkan para pengusaha untuk menyatakan keberatannya sehingga diketahui permasalahan yang dihadapi. Melalui Disnakertrans, Gubernur akan mengontrol pelaksanaan keputusan ini.

"Kalau perusahaan besar saya rasa tidak akan menolak. Untuk perusahaan menengah dan kecil silahkan ajukan keberatan dan penundaan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak membuat seluruh buruh agar dapat hidup layak dan sejahtera," tegasnya.

Gubernur Awang Faroek juga menyampaikan apresiasinya karena aksi kemarin berlangsung damai. "Buruh merupakan bagian dari masyarakat Kaltim, karena itu stabilitas daerah harus dijaga.
"Kalau daerah ini aman dan damai kita akan bekerja dengan baik dan pemerintah juga akan lebih cepat menyelesaikan proses-proses pembangunan. Saya berterima kasih karena aksi hari ini berlangsung damai," ujar Awang. (sul/jon/yul/hmsprov)

Foto: DISAMBUT GEMBIRA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kaos merah) di antara para buruh, menyampaikan pernyataannya tentang UMP. (dok/humasprov kaltim)
Share :
 
© Copyright Sebatik.com 2009-2014. All Rights Reserved.