Ini Rahasia Laga El Clasico Malam Nanti

Rabu, Januari 30, 2013

send email
print this page
KALTIMTODAY -- Barcelona benar-benar luar biasa! Begitu mungkin kesan penikmat bola seantero dunia terhadap klub asal Catalan itu. Semenjak ditangani Pep Guardiola, Barca menjadi tim yang sulit dibendung oleh klub-klub lainnya. 

Tradisi tim berjuluk L'equip Blaugrana itu terus berlanjut hingga sekarang, setelah tim diwariskan kepada Tito Vilanova yang tidak lain adalah asisten Pep selama menangani Messi cs.

Di Liga Champion musim lalu, Barca melumat habis AC Milan setelah mematikan tim-tim lainnya. Hanya Chelsea yang mampu membendung pergerakan Blaugrana ke final Liga Champion musim lalu. Dan, malam nanti, Barca akan kembali menghadapi rival abadinya, Real Madrid. Demam El-Classico pun membahana di hampir seluruh dunia.

Nalar siapapun tentu bangga dengan Barcelona. Dan, semua tim, pada intinya ingin meraih sukses yang sama seperti Barcelona. Lantas, apakah yang sebenarnya menjadikan Barca begitu kokoh? Dan, apakah ada korelasinya dengan kehidupan sehari-hari kita, terkhusus kawula muda tanah air?

Tentu ada! Siapapun bisa mengambil pelajaran penting dari kesuksesan Barcelona. Sejauh pengamatan saya, keberhasilan Barcelona itu disebabkan oleh tiga faktor utama.

Pertama, manajemen klub yang bagus. Kalau kita bandingkan dengan Chelsea maka jelas Barca lebih siap menang daripada klub asal London itu. Tetapi keberuntungan tidak melulu memihak, terkadang memang membuat segala persiapan seolah tak berarti. Itulah yang terjadi ketika Blaugrana harus tertunduk pada semi final Liga Champion musim lalu.

Manajemen yang bagus juga ada pada Manchester United, klub dari Kota Manchester itu termasuk klub yang manajemennya bagus. Terbukti, Setan Merah itu menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang paling sukses dalam belanja pemainnya. Kedatangan Robin Van Persie ke Old Traffod menjadikan MU hingga sekarang masih memuncaki klasemen.

Indikasi dari manajemen yang bagus itu dapat dilihat dari kebijakan klub yang tidak tergesa-gesa, seperti umumnya klub lain menangani timnya. Gonta-ganti pelatih di Barca dan MU bukanlah perkara yang dianggap solutif. Kecuali studi menyeluruh telah membuktikan hal tersebut harus diputuskan.

Kedua, komunikasi. Sebagus apapun manajemen klub, jika komunikasi pelatih dengan pemain dan komunikasi antar pemain tidak bagus juga akan berdampak tidak menguntungkan pada klub. Problem komunikasi ini sepertinya sedang melanda rival Barca, Real Madrid. Jelang El-Classico dini hari nanti, spekulasi seputar komunikasi pemain dan pelatih mendominasi pemberitaan media di seluruh dunia.

Komunikasi yang bagus antar pemain benar-benar menjadi karakter yang melekat pada Blaugrana. Coba amati cara mereka bermain dalam sebuah pertandingan. Bola begitu “akrab” dengan kaki-kaki pemain Barca. Konsep tiki-taka mereka benar-benar mematikan lawan. 

Bak pasukan semut, serdadu-serdadu Barca tau kapan serangan harus dimulai dan kapan bola harus diputar-putar di tengah lapangan. Semua bergerak serempak, sehingga jarang sekali miss komunikasi terlihat di setiap penampilan Xavi dkk.

Ketiga, komitmen. Komunikasi akan benar-benar efektif jika masing-masing pemain memiliki komitmen yang tinggi. Mengapa di Barca selalu Messi yang berhasil mencetak gol dan umpan-umpan selalu mengarah kepadanya?

Tidak lain dan tidak bukan karena komitmen seluruh pemain pada kemenangan tim. Bukan pada persaingan antar pemain. Hal inilah yang menjadikan Barca tak mau melepas pemain-pemainnya. Segera klub Catalan itu mengikat para pemainnya dengan kontrak baru dan tentunya bonus yang lebih menggiurkan.

Inilah karakter yang melekat pada Barcelona. Dan, para pecinta bola di tanah air, hendaknya mengambil spirit utama Barcelona ini untuk mengukir prestasi dengan posisi atau profesi kita masing-masin. 

Bagi para pelajar dan mahasiswa, pun bisa belajar dari tradisi Barca bagaimana mengondisikan diri dengan manajemen yang memang dapat mengantar pada kesuksesan terbaik. Belajarlah berkomunikasi yang baik dengan orangtua, guru, dosen, pembina, teman dan masyarakat umum. 

Selanjutnya berdoalah selalu dan jangan suka bermalas-malasan. Milikilah komitmen dalam belajar, jangan mudah berubah visi dan tujuan apalagi kegiatan. Karena pergantian yang tidak didahului oleh pemikiran yang mendalam hanya akan membawa hidup kita dalam kegagalan dan kegagalan.

Jadi, sebelum melek di tengah malam nanti, baiknya pastikan periksalah diri kita masing-masing. Apakah kita sudah memiliki karakter unggul seperti Barcelona telah memilikinya!



[Bangun Bumigiri, penulis adalah blog writer di www.kaltimtoday.com. Anak muda yang pernah lama karam di Kota Tenggarong ini adalah penikmat olahraga sepakbola. Punya hobi main futsal sebagai penyerang, belum berminat mencoba jadi kiper. Foto ilustrasi by BolaHore]


Share :
 
© Copyright Sebatik.com 2009-2014. All Rights Reserved.