Senin, 25 Juli 2016

Kaltim Berpotensi Kerjasama Ekonomi Dengan Eropa Tengah dan Timur

ISTIMEWA
BALIKPAPAN - Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi kerjasama ekonomi yang belum dimanfaatkan secara maksimal dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bisnis bertemakan “Menggali Potensi Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan Peluang Kawasan Eropa Tengah dan Timur” di Balikpapan, Kalimantan Timur,  Selasa (25/7).

Pertemuan terselanggara atas kerja sama Direktorat Eropa Tengah dan Timur, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan laman resmi Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI, pertemuan yang dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H Awang Faroek Iskhak dan dihadiri oleh para pelaku bisnis dan instansi terkait lainnya di Kalimantan Timur dan Jakarta, termasuk perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia dan Belarus.

Menurut Direktur Eropa Tengah dan Timur, T.B.H. Witjaksono Adji, Indonesia dapat memanfaatkan kawasan Eropa Tengah dan Timur sebagai untapped market potensial dan pintu gerbang produk unggulan Indonesia ke Uni Eropa dan Eurasian Economic Union. Negara-negara di kawasan tersebut juga merupakan sumber arus investasi dan wisatawan asing bagi Indonesia.

“Kalimantan Timur memiliki potensi dan peluang besar untuk kerjasama dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur. Kami senantiasa mendukung dan mendorong peningkatan kerja sama tersebut sebagai bagian dari diplomasi ekonomi,” kata Witjaksono Adji.

Sementara itu, Gubernur Kaltim menyampaikan pentingnya menarik investasi asing, termasuk dari Rusia dan Belarus. Kaltim sangat terbuka bagi investasi asing di berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, pertambangan dan pariwisata.

Rusia memiliki ketertarikan berinvestasi di Kaltim. Salah satu perusahaan perkeretaapian Rusia “Russian Railways” melalui anak perusahaan PT Kereta Api Borneo tengah mengembangkan proyek pembangunan jalur kereta api dan proyek terkait lainnya, seperti pelabuhan dan technopark. Saat ini lebih dari 100 putra dan putri dari Kaltim sedang menempuh pendidikan di Rusia untuk mempersiapkan tenaga ahli di bidang perkerataapian tersebut.

Belarus sangat membutuhkan karet untuk produksi ban dan juga salah satu penghasil pupuk di dunia. Kaltim menawarkan kepada Belarus untuk membangun pabrik pengolahan karet dan pabrik pupuk di Kaltim.

Pertemuan menghadirkan para narasumber, yaitu Bahris Paseng, Asdep Kerja Sama Ekonomi Eropa Afrika dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian, Denis Kovalev, Minister-Counsellor dari Kedutaan Besar Belarus dan Veronika Novoseltseva, Counsellor dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.

Turut serta juga sebagai narasumber adalah Heryono Hadi Prasetyo, Atase Perdagangan Republik Indonesia di Moskow, Rusia, Agus Dwitarto, Direktur Utama Super Holding dan Alexander Sumarno, Wakil Ketua Umum Kadin Provinsi Kaltim.

Selain temu bisnis, dilakukan juga kunjungan ke Terminal Kariangau Pelabuhan Balikpapan. Terminal yang baru dibangun tersebut merupakan penggerak perekonomian Provinsi Kalimantan Timur sebagai gerbang masuk dan keluar komoditi perdagangan, serta gerbang masuk material-material proyek infrastuktur di Provinsi Kaltim. (mina/antr)